70 Gelas Kebaikan

“Cobain nih,” Agnes menyodorkan gelas.

Caca langsung menerimanya dengan senang hati.

“Glek..glek…”

Caca mengerutkan matanya.

“Asem.. tapi ini enak. Seger banget.” Dalam beberapa teguk, Gelas yang di pegang Caca tandas.

Kedua sepupu itu sedang duduk lesehan di apartemen Agnes. Mereka sedang membuat minuman untuk para pelari maraton. Hari ini ada perlombaan di kota mereka. Agnes dan Caca ingin berbagi kebaikan mereka berdua membuat minuman simpel, jeruk nipis mentimun.

Cara membuatnya mudah. Peras jeruk nipis lalu iris mentimun. Tuang ke dalam gelas, tambahkan sirup pandan, es batu, dan air secukupnya.

“Resepnya berhasil juga ya,” Agnes mencoba hasil eksperimennya.

“Ya udah yuk bikin lagi cepetan keburu sore,” mereka bergerak cepat.

Karena ingin membuat minuman dalam jumlah banyak Agnes menelepon beberapa temannya. Kedua teman Agnes ikut dalam berbagi kebaikan itu. Mereka membuat choco bar. Dua jam kemudian 70 gelas minuman selesai dibuat.

“Capek nih,” Caca mengeluh.

Panas matahari membuatnya lebih sensitif dibanding biasanya.

“Gak papa ini kan kita mau berbagi,”

Hari sudah sore. Mereka berempat bergegas ke pusat kota. Saat mereka sampai, para pelari sedang duduk-duduk kehausan. Agnes dan Caca langsung melancarkan aksinya. Mereka membagi minuman dan choco bar ke setiap pelari.

Ucapan pujian terdengar. Tak sedikit pula yang memvideokan aksi Agnes dan Caca.

Namun mereka berbuat kebaikan bukan untuk mencari perhatian. Mereka berdua berbuat kebaikan dari hati bukan dari otak. Mereka berdua berharap semoga orang lain juga mau mendermakan hartanya untuk kebaikan. (AZH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *