Absurd

ditulis 22 Januari 2019

Sebagian orang terkadang mempunyai kelakuan yang lucu, cenderung absurd pada barang kesayangannya. Di antara orang itu ya istriku sendiri.

Hari ini (22/01), kebetulan kami sama-sama harus keluar kota. Istri ke Bogor, saya ke Jogja. Biar hemat ongkos, kami berangkat bareng naek taksi. Sebagai bukti sayang 😊, istri insist ingin nungguin suaminya sampai berangkat dari Stasiun Gambir.

Karena pergi beberapa hari, bawaan kami cukup banyak. Saya dengan 2 tas: jinjing dan punggung, sementara istri bawa tas pinggang dan koper.

Ngomongin koper istri, kopernya itu bukan sembarang koper. Bukan karena bisa ngeluarin asap lalu keluar jinnya, tapi karena harganya cukup mahal. Paling tidak menurut ukuran saya. Apalagi jika dibandingkan ukurannya yang tidak seberapa besar itu.

Sedikit flashback. Waktu itu, saya setuju membelinya karena koper itu sudah lama diincar istri dan menurutnya harganya “bagus”.

Dia, katanya, sudah googling dan compare dengan harga di tempat lain. Hasilnya harga di Summarecon Mall ini yang paling murah. Dapet diskon dan bayarnya pakai duit dia sendiri lagi.

Jadi ya apa daya. Saya setujuilah ide dia itu. Terlebih, koper yang dia pake wira-wiri selama ini keluaran tahun 1945 😅, udah jadul banget. Mana sobek di sana sini lagi.

Aku tahu persis, dia begitu menjaga kopernya. Seneng juga sih ngliatnya. Cuma ya itu, kadang jadinya kelewatan.

Flashbacknya cukup. Sekarang balik lagi ke kejadian pagi tadi.

Sewaktu turun dari taksi, kami urus barang masing-masing. Saya urus tas, istri urus kopernya. Saya jalan di depan, istri di belakang.

Setelah jalan beberapa langkah, kok istri ga nyusul-nyusul ya ucapku dalam hati.

Aku toleh. Dan… taraaaa..

Istriku bawa kopernya diangkat bukannya ditarik. Sementara di pundaknya juga tergantung tas pinggangnya. Kebayang dong ribetnya.

“Ya ampun Mah… Ngapain bawa kopernya kayak gitu $^%@&@&@*?”

Kalian tahu sendiri khan kalau jalanan dari parkiran taksi di Stasiun Gambir menuju ke counter tiket memang tidak rata, tapi masih oke lah kalau hanya untuk narik koper.

Secara koper semahal itu pastinya dibuat dari bahan yang kuat dan tahan banting. Kalau cuma lewat jalan kayak gitu doang mah masih aman. Gak bakal rusak rodanya. Apalagi kata mas-mas yang jual, garansinya berapa puluh tahun gitu 😁.

Istriku pun nyegir, lalu ketawa. Sebel campur malu, ngetawain kelakuannya sendiri yang memang agak-agak absurd itu.

Diapun terpaksa ngikutin apa yang aku bilang. Nurunin kopernya lalu menariknya.

Setelah beberapa langkah,”Mah, coba angkat lagi kopernya,” ucapku sambil berpose siap-siap ambil foto. Buat bukti.

“Haha, ogah. Awas ya Yah jangan ditulis.” “Hahaha, nggak Mah,” jawabku membiarkan dia jalan duluan sekaligus mengambil gambar ini. (asa)

One Reply to “Absurd”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *