Akankah Hutan Tetap Indah?

Di dalam hutan yang sunyi, matahari baru saja menerobos dedaunan. Pagi itu para hewan sudah melakukan berbagai kegiatan.

Salah satunya para lebah. Mereka sudah hinggap dari satu bunga ke bunga lain untuk mengambil madu. Lebah – lebah itu mengepakan sayapnya dengan semangat.

Lain lebah lain pula burung. Induk burung mencegkram kakinya kuat di dahan. Ia mengawasi sarang anaknya anaknya. Induk burung itu juga memberi para anaknya cacing untuk sarapan. Sungguh multitasking.

“Pagi Bu burung,” sapa Be lebah.

“Pagi juga Be. Wah seperti biasa ya kau dan teman – teman mu sudah rajin bekerja,” Bu burung masih menyuapi anaknya.

“Ah itu sudah kebiasaan kami Bu burung. Ratu lebah sangat suka bangun pagi. Maka dari itu beliau menerapkan pola itu pada kami,” Be pamit, ia masih harus mengumpulkan madu.

Di danau tak jauh dari pohon tempat sarang bu burung para ikan dan angsa juga sudah bangun.

“Pagi ikan,” sapa angsa.

“Hm.. pagi…” ikan masih tampak malas malasan.

Matahari semakin menghangat, suasana hutan semakin ramai. Para hewan bercakap ria. Mereka tidak tahu cepat atau lambat tempat tinggal mereka akan hilang. Tidak akan ada lagi tawa riang mereka. Tidak ada lagi sapaan hangat. Karena itu, bisakah kalian menjaga hutan demi mereka? (AZH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *