Cupcakes for Daddy

Dibuat 22 Maret 2019

“Kocok telur,” aku mengulang kembali kalimat yang tertera pada video memasak.

Yaa.. hari ini adalah hari ayah. Aku ingin membuatkan cupcakes untuknya.

Mama dan papa sedang sibuk urusan kerjaan. Aku akan memberikan ini jika mereka pulang. Cukup menonton beberapakali video yang diunggah, aku dapat membuatnya.

Setelah adonan siap aku menuangkannya pada wadah kertas cupcake. Lalu aku memasukkan pada oven. “Nonton tv dulu deh sambil nunggu,”   aku menyetel menit, lalu meraih remote.

Setelah beberapa saat.

“Tring”.. tanda sudah selesai. Aku segera berlari dengan tidak sabar.

“Lihat saja pasti indah,” aku tersenyum. Dengan bantuan sarung tangan, aku membuka tutup oven.

 Ternyata ekspektasi tidak sesuai realita. AKU MENARUH ADONAN KEBANYAKAN! Huh.

Jadilah hampir seluruh kertas tertupup oleh cupcakes yang sudah matang. Aku segera mengecek seluruh cupcakes. Aku tidak mau membuang buang bahan dengan sia-sia. Ternyata masih ada kebaikan yang berpihak kepadaku. Aku membuat selusin cupcakes dan separuhnya masih utuh. Maksudku dalam artian bentuknya masih baik, tidak sampai menutupi kertas.

Aku segera memisahkan cupcakes yang buruk dan yang baik. Sebetulnya semua cupcakes yang aku buat tidak gosong, cuma bentuknya itu lho bikin ga meyakinkan. Aku merasakan cupcake yang bentuknya tidak karuan. Tidak buruk. Batinku.

“Enak sih tapi kurang manis,” aku segera beralih menuju lemari dapur. Mencari toping yang cocok.

Aku mendapati coklat batangan, selai coklat, Oreo, keju, gula bubuk, dan strawberry. Lebih dari cukup. Aku memarut coklat batangan lalu ditaburi Oreo yang sudah aku haluskan biskuitnya. Toping coklat itu kubuat untuk dua cupcakes. Sementara sisanya ya kuhiasi dengan gula bubuk keju.

Daaaan tadaaa.. selesai aku menata seluruhnya dalam piring. Kutaruh di meja makan. Setelah itu aku membereskan semua peralatan yang aku gunakan.

“Duk…” Aku menyenggol buah strawberry. Tadi aku sama sekali tidak memakainya dalam menghias cupcakes.

Aku ada ide.

Aku mengambil susu putih dan entahlah aku tidak tahu namanya yang pasti itu adalah sebuah cream. Let’s do it.

Hayo coba tebak aku ingin membuat apa? Yup.. Aku akan membuat milkshake.

Aku memotong buah strawberry lalu memasukkan pada blender. Tak lupa susu dan creamnya. Oh iya karena papa suka dingin, aku juga menambahkan es batu.

“Whuuungg…,” blender mengeluarkan suara.

Aku menyiapkan gelas. Setelah selesai, aku tuangkan milkshake. Jadi deh.

Pas sekali,  papa dan mama pulang. Tanpa banyak basa-basi langsung deh papa menyerbu masakan yang aku buat.

“Wah lezat,” papa memujiku.

Hehehe aku mengucapkan selamat Hari Ayah pada papa. Mama dan papa mengacak rambut ku.

“Hmmm kapan-kapan buatkan papa seperti ini ya. Papa suka,” ucap papa dengan mulut penuh.

Aku hanya mengangguk dan tertawa. (AZH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *